PELATIHAN KERAJINAN SOUVENIR OLEH DINAS PERDAGANGAN

Dinas Perdagangan melalui seksi Industri Sandang, Kulit dan Kerajinan mengadakan kegiatan pelatihan kerajinan souvenir. Kegiatan ini merupakan  program kegiatan penumbuhan dan pengembangan usaha industri yang bertujuan meningkatkan keterampilan para pelaku usaha industri khususnya bidang kerajinan sehingga mampu bersaing dengan pelaku usaha kerajinan lainnya.

Pelatihan kerajinan  souvenir difokuskan pada pemanfaatan limbah kayu. Selama ini limbah kayu hanya dibuang atau dimanfaatkan sebagai kayu bakar, artinya hampir tidak ada nilai ekonomis sama sekali. Padahal, konsumen pasar industri furniture maupun kerajinan saat ini semakin sadar tentang sustainability sehinga lebih gemar membeli produk kerajinan dengan desain rustic-natural dimana proses produksi kerajinan tidak berdampak pada lingkungan. Melihat fakta tersebut, tentu saja merupakan peluang yang sangat menarik sehingga harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Oleh sebab itu, Dinas Perdagangan menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas pelaku IKM kerajinan souvenir di mana peserta dilatih untuk membuat produk kerajinan dengan memadukan limbah kayu dan resin .

Pelatihan tersebut terbagi menjadi tiga angkatan. Angkatan pertama telah dilaksanakan pada tanggal 24 April 2019 sampai dengan 26 April 2019 berlokasi di Dusun VII, Krembangan, Panjatan, Kulon Progo. Sebanyak sepuluh peserta yang mengikuti pelatihan nantinya diharapkan langsung dapat memproduksi kerajinan souvenir untuk merespon adanya lokasi wisata Goa Kebon yang selama ini cukup ramai dikunjungi wisatawan diakhir pekan. Melihat antusiasme peserta, Dinas Perdagangan sangat berharap kedepannya para peserta mampu meyalurkan ilmu yang didapat kepada para pelaku usaha kerajinan lain, sehingga semakin banyak pelaku usaha kerajinan di Kulon Progo.

Angkatan kedua pelatihan kerajinan souvenir dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2019 sampai dengan 16 Mei 2019 di Dusun Duwet III, Banjarharjo, Kalibawang. Sama seperti sebelumnya, peserta pelatihan juga berjumlah sepuluh orang. Selama tiga hari, peserta mempelajari cara pembuatan kerajinan souvenir berbahan limbah kayu yang selama ini tidak dimanfaatkan. Dipadukan dengan resin, limbah kayu diubah menjadi barang yang memiliki nilai estetika sehingga nilai tambahnya meningkat. Dengan target pasar yang tepat, diharapkan akan mampu meningkatkan taraf hidup pelaku usaha industri kerajinan.

Angkatan ketiga direncanakan dilaksanakan dalam bulan Juni 2019 dengan sasaran peserta pelatihan di wilayah Kecamatan Kokap.