Kunjungan Dekranasda Kulon Progo Ke Perajin Binaan

Sabtu, 22 Maret 2014 diawali berkumpul di kediaman Rumah Dinas Bupati Kulon Progo, tim Dekranasda Kabupaten Kulon Progo dipimpin oleh Ketua Dekranasda dr. Dwi Kesworo Setyowireni, Sp.A(K) dan didampingi Ibu Dra. Niken Probo Laras, S.Sos, MH sebagai Kepala Dinas Perindag dan ESDM Kab. Kulon Progo merangkap sebagai Ketua Harian Dekranasda Kulon Progo, pukul 09.00 WIB mengawali perjalanan kunjungan ketiga lokasi perajin di wilayah Lendah dan Sentolo, beserta segenap Pengurus Dekranasda Kabupaten Kulon Progo.

Kunjungan yang pertama ke perajin batik “SEMBUNG BATIK” milik bapak Sogirin, tepatnya di Desa Gulurejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo. IKM Sembung Batik adalah salah satu dari sekian banyak perajin batik yang merupakan binaan Dekranasda Kulon Progo dan juga Dinas Perindag dan ESDM Kabupaten Kulon Progo.

Kini Sembung Batik mengalami kemajuan yang sangat pesat, tingkat ekonomi para perajin terlihat begitu nyata, baik dari segi tampilan, desain, bahkan aspek organisasinya. Dari segi tampilan, Sembung Batik telah memugar tempat produksi hingga sampai ke Galerynya, sehingga konsumen atau pengunjung yang berkunjung akan merasa nyaman dan menikmati kunjungannya, ditambah keramahan dari bapak Sogirin sendiri.

Dengan adanya kebijakan Bupati Kulon Progo penggunaan motif batik “Geblek Renteng” berperan besar mengangkat kesejahteraan masyarakat perajin dan masyarakat disekitarnya. Geblek Renteng juga memberikan motivasi  bagi para perajin untuk menciptakan desain-desain batik yang lebih beragam dan Sembung Batik selalu mencoba menginovasi produk batiknya dari batik tulis, batik cap, kombinasi dan kontemporer dengan karya batik terbarunya adalah Batik Piala Dunia.

            Sekitar pukul 10.30 WIB Rombongan melanjutkan perjalanan ke Perajin Tas Bapak Edy Yulianto, Karang Patihan Rt. 05 Rw. 02, Demagrejo Sentolo. Menurut bapak Edy Yulianto dengan adanya peralatan produksi amat sangat membantu, dan peralatan produksi dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kerajinan tasnya yang berbahan dasra nilon dan kulit. Namun beliau masih sangat menginginkan adanya pendampingan pembinaan baik dari Dekranasda Kulon Progo maupun dari Dinas Perindag dan ESDM Kab. Kulon Progo.

            Saran dari Ibu Ketua Dekranasda Ibu dr. Dwi Kesworo Setyowireni, Sp.A(K) dan Ketua harian Ibu Dra. Niken Probo Laras, S.Sos, MH untuk perajin tas bapak Edy adalah, untuk selalu meningkatkan kualitas, mempertahankannya dan selalu menciptakan desain-desain baru yang menarik, atau menciptakan desain tas yang bisa menyesuaikan dengan trend atau keinginan pasar.

            Kunjungan pembinaan yang terakhir adalah di perajin sandal “Martini Natural”, Bantar wetan, Banguncipto, Sentolo. Tepat pada saat itu di Martini Natural sedang melakukan proses produksi untuk mencukupi order yang sangat besar. Menurut ibu Martini kegiatan proses produksi ini untuk mencukupi order dari hotel-hotel yang ada di wilayah Bali, Lombok dan Surabaya. Hotel Harris, Hotel Mercure Harvestland, dan 24 hotel lainnya berasal dari Bali. Lombok Plaza, The Santosa dan empat hotel lainnya berasal dari Lombok. Sementara dari Surabaya ada dua belas hotel yang diantaranya adalah Hotel Everbright, Hotel TS Suite, dan Hotel Meritus.

            Ibu Martini berterimakasih kepada Dekranasda Kulon Progo dan Dinas Perindustrian dan ESDM Kabupaten Kulon Progo yang selama ini telah banyak membantu dalam hal pembinaan, bantuan peralatan produksi, juga dalam hal pemasaran. Peran serta pembina sangat-sangat membantu untuk selalu berupaya lebih maju dan berkembang. Beliau juga mengharapkan agar pendampigan pembinaan agar selalu berkelanjutan sehingga kekurangan dari perajin dapat selalu terbenahi.

            Kunjungan dari Tim Dekranasda Kulon Progo yang langsung dipimpin oleh Ibu Dekranasda dr. Dwi Kesworo Setyowireni, Sp.A(K) didampingi Ibu Dra. Niken Probo Laras, S.Sos, MH dan Pengurus Dekranasda lainnya diharapkan dapat memberikan suntikan semangat bagi para perajin untuk termotivasi dengan meningkatkan kualitas produknya, menciptakan produk-produk yang handal, yang lebih kreatif menarik dan tidak kalah dengan produk luar daerah yang ada di pasaran disamping itu memberikan jalan dan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh perajin. Semangat Bela Beli Kulon Progo akan tercipta dan terimbangi dengan adanya produk asli Kulon Progo yang berkualitas, dan bahkan mampu menembus pasar Internasional.