Melindungi Produk Industri melalui Pemahaman atas HKI

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak yang timbul dari hasil olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia. Dengan kata lain kekayaan intelektual merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada individu pelaku kekayaan intelektual yaitu inventor, pencipta, pendesain, dan sebagainya untuk dapat menikmati secara ekonomis dengan dapat memberikan hak atau melarang pihak lain atau dapat menggunakan sendiri hasil kreativitas intelektual.

Pemahaman akan HKI sangat dibutuhkan agar masyarakat khususnya pelaku industri mampu melindung kekayaan intelektual yang dimiliki lewat produk yang dihasilkannya. Menurut data dari ASEAN, kesadaran masyarakat Indonesia untuk melindungi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kurang dari 10%. Hal ini terjadi karena banyak pihak yang kurang sadar tentang pentingnya HaKI*.  Sementara negara dengan tingkat kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap HKI seperti China, dan Singapura terbukti industrinya lebih maju dibanding industri di Indonesia.

Menindaklanjuti pentingnya perlindungan atas HKI tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulon Progo melalui Bidang Perindustrian menyelenggarakan Sosialisasi Kekayaan intelektual Angkatan II pada tanggal 18 April 2024 bertempat di Joglo TP Resto, Pengasih dengan peserta sejumlah 30 IKM berbasis olahan makanan/minuman, sandang, dan aneka. Sosialisasi ini menghadirkan ibu Syiwi Anggraeni, S.Kom dari Kanwil Kemenkumham DIY sebagai narasumbernya. Acara dibuka dan diresmikan oleh Kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulon Progo Ir. Sudarna, MMA yang menyampaikan saat ini konsumen sangat cerdas karena mereka memiliki preferensi terhadap produk yang akan dikonsumsi atau digunakannya. Oleh karena itu IKM harus semakin berdaya saing dalam menciptakan sebuah produk yang sesuai keinginan konsumen. Salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing tersebut yaitu dengan memahami pentingnya HKI kemudian mengurus pendaftaran HKI agar produk terlindungi secara hukum, ekonomi, sosial, dan moral.

Kepala Bidang Perindustrian Ade Wahyudiyanto, ST, MIL yang juga hadir pada acara tersebut menyampaikan agar peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik agar mengetahui proses pendaftaran HKI karena pasca kegiatan ini peserta akan difasilitasi pendaftaran mereknya sebagai salah satu upaya perlindungan HKI. Beliau juga menyampaikan agar pasca sosialisasi peserta dapat menyebarluaskan informasi dan ilmu yang diperoleh kepada IKM lain yang belum pernah mengenal HKI dan membutuhkan pendampingan dalam pengurusan HKI karena Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga menyelenggarakan fasilitasi HKI melalui kerjasama dengan Kemenperin RI.

Narasumber yang hadir Syiwi Anggraeni, S.Kom menyampaikan materi mengenai pengenalan HKI, pengenalan merek, dan tata cara pendaftaran HKI. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias karena mendapatkan informasi penting yang selama ini belum mereka sadari dengan mengurus pendaftaran HKI. Peserta berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara lebih masif agar IKM lain turut mendapatkan perlindungan dan penghargaan atas hasil produknya (iai).

*(sumber: https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://lk2fhui.law.ui.ac.id/dvd-dan-pengunduhan-lagu-di-internet-inikah-realita-penghargaan-hak-kekayaan-intelektual-karya-seni-di-indonesia/&ved=2ahUKEwjh0obMrc2FAxVo2DgGHeQMDfAQFnoECCQQAQ&usg=AOvVaw3gzAVNromZJqJRLaQV_hot).