Meraih Keuntungan Ekonomi melalui Hak atas Kekayaan Intelektual

Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakah salah satu tulang punggung perekonomian lokal yang sepatutnya dibina dan didorong untuk semakin kuat dalam menghadapi setiap tantangan dan rintangan yang ada. Untuk menjalankan fungsi sebagai pembina maupun fasilitator bagi IKM di Kabupaten Kulon Progo, Dinas Perdagangan dan Perdagangan melalui Bidang Perindustrian menyelenggarakan Sosialisasi Hak atas Kekayaan Intelektual Angkatan I pada tanggal 6 Maret 2024 bertempat di Joglo TP Resto, Pengasih. Acara ini diikuti oleh 30 (tiga puluh) IKM yang memiliki kegiatan industri di bidang olahan makanan minuman, kerajinan, dan aneka.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bapak Ir. Sudarna, MMA. Dalam sambutannya Kepada Dinas menyampaikan bahwa Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) merupakan aset berharga bagi IKM yang harus diketahui manfaatnya, kemudian dilindungi agar tidak diklaim oleh pihak lain yang terlebih dahulu mendaftarkannya. Beliau melanjutkan bahwa jenis HaKI yang lekat dengan dunia usaha antara lain adalah hak cipta, paten, desain industri, dan merek. Jenis-jenis HaKI tersebut sepatutnya dipahami pengertiannya dan juga lingkup perlindungannya. Kemudian dengan mendaftarkan HaKI, maka IKM akan mendapatkan keuntungan yaitu terlindungi dari klaim pihak lain serta meraih royalti ketika memberikan lisensi dalam sebuah perjanjian dengan pihak lain.

Hadir sebagai narasumber yaitu Ibu Sri Wulan Prihatin, ST dari Kanwil Kemenkumham DIY. Beliau menyampaikan materi mengenai pengenalan HaKI dan juga tata cara pendaftarannya. Setelah semua materi tersampaikan beliau mempratekkan cara mengetahui apakah salah satu jenis HaKI yaitu merek sudah ada yang memiliki atau belum dimiliki pihak manapun kepada peserta. Hal ini bertujuan agar peserta yang belum terdaftar mereknya dapat mengetahui apakah merek yang selama ini dipakainya dapat diajukan pendaftarannya atau memang harus diganti dengan alternatif nama merek lain. Direncanakan setelah sosialisasi ini diselenggarakan, akan dilanjutkan dengan fasilitasi pendaftaran merek kepada 60 IKM di Kulon Progo.

Peserta sangat antusias dengan acara ini karena wawasan akan kekayaan intelektual meningkat, dan juga persiapan untuk mendaftarkan KI menjadi lebih matang dibandingkan tidak mengikuti sosialisasi.  Dengan adanya sosialisasi ini peserta semakin mengenal dengan jenis HaKI yang ada di dunia usaha, kemudian timbul rasa penghargaan terhadap kekayaan intelektual yang dimilikinya ataupun dimiliki pihak lain. Pada akhirnya peserta semakin terdorong untuk mendaftarkan KI, dan kemudian dapat memanfaatkan secara optimal KI tersebut dalam pengembangan usahanya. (iai)