BIMBINGAN TEKNIS MANAJEMEN USAHA BAGI PELAKU USAHA RITEL

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulon Progo melalui Sub Koordinator Kelompok Substansi Pembinaan dan Pengembangan Usaha Perdaagangan pada hari Rabu tanggal 15 Maret 2023 menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Usaha. Sasaran dari kegiatan ini adalah para pelaku usaha ritel yaitu pemilik atau pengelola toko kelontong dan minimarket yang ada di Kapanewon Wates, Pengasih, Panjatan dan Lendah. Adapun tujuan dari kegiatan tersebut yaitu pelaku usaha mengetahui dan mampu mengembangkan usahanya dengan sistem manajemen yang baik dan terstruktur sehingga diharapkan terjadi peningkatan kualitas maupun kapasitas usaha. Peserta yang diundang sebanyak 25 (dua puluh lima) pelaku usaha ritel toko, warung kelontong, swalayan dan minimarket.

Peserta Bimtek mendapatkan materi tentang marketing, strategi bertahan, tumbuh dan berkembang yang disampaikan oleh pemateri pertama konsultan manajemen Drs. Apriyanto Giri, MM. CH. Sedangkan narasumber kedua adalah konsultan minimarket yaitu Bapak Adri Syahrizal yang akan lebih membahas secara mendalam mengenai bagaimana strategi meningkatkan omset penjualan minimarket. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulon Progo Ir. Sudarna, M.M.A. menyampaikan pentingnya pelaku usaha ritel selalu belajar meningkatkan kapasitas diri sebagai pengelola usaha karena dengan usahanya dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Melalui kegiatan Bimtek ini Dinas berharap usaha toko ritel di Kulon Progo semakin berkembang dan mampu bersaing dengan minimarket dari luar daerah.

Meskipun berlangsung dari pagi hingga siang hari, peserta sangat antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Dalam materinya, konsultan manajemen Apriyanto Giri menyampaikan pelaku usaha harus selalu berinovasi untuk mempertahankan siklus penjualan toko agar tetap bertahan di atas. Kemudian konsultan minimarket Ritelteam menekankan pemilik toko harus pandai mengelola keuangan toko, mulai dari menghitung margin, menyisihkan keuntungan untuk menambah modal, dan berapa persentase yang dapat disisihkan sebagai pendapatan bersih. Dengan demikian pengelola toko dapat mengetahui apakah usahanya sudah sustain, sebelum berpikir untuk merekrut karyawan atau menyuntik modal tambahan. (JTA)