DISDAGIN KULON PROGO MENGIKUTI GEOGRAPHICAL INDICATION DRAFTING CAMP PERTAMA DI INDONESIA

Kanwil Kemenkumham DIY menyelenggarakan Geographical Indication Drafting Camp dengan partisipasi dari Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) DIY dan pemangku kepentingan di wilayah Provinsi Yogyakarta. Geographical Indication Drafting Camp ini baru pertama kali diadakan di Indonesia. 

Direktur Merek dan Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham Kurniaman Telaumbanua saat menyampaikan keynote speech pada acara yang digelar di Griya Persada Hotel, Kaliurang, menyampaikan "DIY adalah provinsi atau Kantor Wilayah Kemenkumham pertama yang mengadakan kegiatan Geographical Indication Drafting Camp. Luar biasa." Minggu (12/3/2023).

Beliau juga menyampaikan, “bahwa saat ini ada 124 produk indikasi geografis yang telah terdaftar di Indonesia. DIY sendiri telah memiliki tiga produk indikasi geografis yang terdaftar, yaitu Batik Tulis Nitik Yogyakarta, Gula (semut) Kelapa Kulon Progo, dan Salak Pondoh Sleman.”

Saat ini DIY masih memiliki potensi-potensi Indikasi Geografis yang ada pada masing-masing daerah, khusus wilayah Kabupaten Kulon Progo potensi yang bisa didorong dan didampingi adalah Kopi Menoreh Kulon Progo. Dengan diadakannya acara ini diharapkan dari berbagai stakeholder terkait di Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo dapat memberikan atensi terhadap perkembangan lingkungan kekayaan intelektual dan untuk terus mendukung serta menyukseskan program-program pelindungan kekayaan intelektual sehingga produk-produk lokal bisa menjadi top of mind masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Agung Rektono Seto juga menyampaikan bahwa, “Indikasi Geografis hadir untuk memberikan pelindungan hukum terhadap reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan masyarakat dan jika produk-produk indikasi geografis ini dikelola secara optimal, maka sangat berpeluang menyejahterakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat,"

Dalam acara diskusi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulon Progo menyampaikan, bahwa saat ini dengan adanya kepemilikan Indikasi Geografis Gula (semut) Kelapa Kulon Progo masih belum memiliki nilai tawar lebih di pasar. Senin (13/3/2023)

Ditanggapi oleh narasumber - Kepala Divisi Administrasi yang juga Plh Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Irma Mariana. S.T., M.Si. beliau menyampaikan, bahwa ,”Hal ini akan dibawa menjadi bahan diskusi dalam rapat koordinasi  dan akan menjadikan konsen lebih bagi Kemenkumham, dan Stakeholder terkait karena memang tidak hanya Indikasi Geografis Gula (semut) Kelapa Kulon Progo saja yang mengalami hal tersebut namun ada bebeberapa daerah yang telah memiliki IG juga mengalami kondisi dan permasalahan yang sama. Sehingga diharapkan Indikasi Geografis akan memiliki kekuatan lebih dalam persaingan dunia usaha sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya’”

Acara Geographical Indication Drafting Camp ini membuka wawasan para peserta yang berasal dari MPIG dan stakeholder terkait tentang proses pendaftaran indikasi geografis dan mengurai kendala yang ada selama ini, juga disertai dengan penyusunan dokumen deskripsi indikasi geografis. (Ds)