DISDAGIN KULON PROGO SELENGGARAKAN BIMTEK PENGEMBANGAN JARINGAN USAHA

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulon Progo selenggarakan Bimbingan Teknis Pengembangan Jaringan Usaha bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah berbasis Logam Kimia dan Aneka pada hari Rabu tanggal 7 April 2021 di Rumah Makan Joglo TP, Wates. Bimbingan Teknis yang dilaksanakan selama 1 (satu) hari ini dihadiri oleh 20 orang pelaku usaha yang berdomisili di Kabupaten Kulon Progo.

Dalam sambutannya, ibu Iffah Mufidati, SH, MM selaku Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyampaikan bahwa Kabupaten Kulon Progo, pada tahun anggaran 2021 ini berfokus pada program pemulihan ekonomi masyarakat, maka seluruh program/kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) difokuskan pada upaya pemulihan ekonomi masyarakat Kulon progo. Untuk kita ketahui Bersama, laju pertumbuhan ekonomi Kulon Progo pada tahun 2020 turun menjadi 0,22% dibanding 2019 yang mencapai 13,49%, penurunan laju pertumbuhan ekonomi ini terdampak dari pandemi yang melanda dunia saat ini. Akan tetapi, kita harus tetap optimis untuk bisa melewati musibah ini, dengan tetap terus bergerak membangun lagi usaha kita dengan memperluas jejaring usaha yang kita miliki. 

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Perindustrian Drs. Dewantoro SSP, MM, dengan memperluas/ mengembangkan jejaring usaha yang kita miliki tentu akan memperlebar upaya kita untuk mengembangkan produk IKM kita kewilayah yang lebih luas lagi. Saat ini jejaring usaha yang ada tidak hanya melulu dilakukan secara tatap muka, bertemu langsung dengan calon pembeli, akan tetapi jejaring yang kita miliki harus bisa kita lakukan secara online (internet networking) sehingga distribusi produk Kulon Progo akan lebih dikenal secara lebih luas lagi. 

Pada akhir Bimtek, Ade Wahyudiyanto, ST, M.IL selaku Kepala Seksi Industri Logam Kimia dan Aneka menyampaikan hal terkait pengembangan jaringan usaha melalui media online, pelaku usaha diarahkan untuk dapat mengaplikasikan sistem pengelolaan usaha industri dengan Smart IKM mengingat kebijakan pemerintah saat ini mendorong para pelaku usaha untuk dapat menerapkan industri 4.0 yang memungkinkan operasional usaha berbasis internet. (aw)